KUNINGAN — Aula Kantor Desa Babakanjati, Kecamatan Cigandamekar, mendadak semarak oleh tawa dan sorak anak-anak.
Mereka menikmati susu, telur, dan ikan dalam kegiatan bertajuk Semarak 3G, Gerimis (Gerakan Minum Susu), Gematel (Gerakan Makan Telur), dan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang digagas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan.
Namun lebih dari sekadar acara gizi, kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang menyentuh hati.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan berbicara dengan nada hangat namun tegas. Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi upaya menggugah kesadaran orang tua agar peduli pada gizi anak-anaknya.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial semata. Dari sebutir telur, dari segelas susu, dan dari seekor ikan, tersimpan manfaat besar untuk masa depan anak-anak kita,” ucap Bupati penuh empati.
Suasana mendadak hening ketika Bupati menyentil kebiasaan sebagian orang tua yang masih salah prioritas.
“Lucu ya… Ada orang tua gelisah kalau tidak punya rokok, pulsa, atau ibunya tidak bisa dandan. Tapi tidak segelisah itu ketika anaknya tidak makan bergizi,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia kemudian menceritakan kisah masa kecilnya yang sarat makna.
“Ibu saya guru, bapak saya juga guru. Kami hidup sederhana. Ibu sering beli dua butir telur asin untuk sarapan enam anaknya. Tapi beliau tak pernah menyerah memberi kami asupan gizi terbaik. Jadi bukan soal kaya atau miskin, tapi soal niat,” kenangnya, membuat banyak peserta menunduk haru.
Lewat gerakan 3G ini, Pemkab Kuningan ingin menanamkan kesadaran bahwa gizi bukan sekadar urusan perut, tapi investasi masa depan. Anak-anak yang sehat dan cerdas lahir dari orang tua yang peduli dan mau berkorban.
“Kalau bisa, kurangi rokok. Kalau bisa, jangan merokok sama sekali. Demi anak-anak kita yang butuh gizi dan masa depan yang cerah,” pesan Bupati menutup sambutannya.
Acara pun berlanjut dengan pembagian susu, telur, dan olahan ikan kepada anak-anak. Wajah-wajah polos itu tersenyum bahagia, seolah menjadi simbol kecil dari harapan besar: lahirnya generasi Kuningan yang sehat, cerdas, dan penuh cinta.
Leave a comment