KUNINGAN – Dua bulan lalu, langkah Bunda Ela Helayati menuju rumah kecil Vino Zayyan Putra di Desa Patalagan, Kecamatan Pancalang, diiringi doa dan harapan. Saat itu, balita pejuang jantung bawaan itu tengah bersiap menjalani operasi besar di Jakarta.
Hari ini (07/07), doa-doa itu seolah menemukan jawabannya.Di Pendopo Kabupaten Kuningan, Vino datang bersama kedua orang tuanya untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rasa terima kasih.
Dalam pelukan hangat Bunda Ela, bocah yang dulu harus berjuang melawan penyakit itu kini tampak sehat, meski masih terlihat malu-malu saat menerima hadiah sebuah mainan truk konstruksi.
Momen sederhana itu membuat suasana menjadi begitu mengharukan.Bagi Bunda Ela, melihat Vino hadir dengan wajah yang lebih segar merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ia mengaku, sejak pertama kali bertemu, doa untuk kesembuhan Vino tak pernah putus dipanjatkan.

“Melihat Vino datang ke Pendopo dalam keadaan sehat adalah anugerah yang luar biasa. Dulu kami datang membawa doa dan semangat, hari ini Vino datang membawa senyum. Itulah hadiah terindah bagi kami semua,” tutur Bunda Ela dengan mata berbinar.
Bunda Ela mengatakan, kepedulian kepada anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit bukan hanya tentang memberikan bantuan materi.
Yang lebih penting adalah memastikan mereka dan keluarganya merasa ditemani, didengar, dan tidak kehilangan harapan.
Menurutnya, kesembuhan Vino adalah buah dari ikhtiar bersama. Mulai dari ketegaran kedua orang tua, kerja keras tenaga kesehatan, dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Patalagan, Kecamatan Pancalang, BAZNAS, para dermawan, hingga doa masyarakat yang terus mengalir.
“Semoga kisah Vino menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun perhatian yang kita berikan, jika dilakukan dengan tulus, bisa menjadi kekuatan besar bagi keluarga yang sedang berjuang,” ujarnya.
Bunda Ela juga berharap Vino dapat tumbuh sehat, ceria, dan kelak meraih cita-citanya seperti anak-anak lainnya.
Di akhir pertemuan, suasana hangat semakin terasa ketika Bunda Ela menyerahkan hadiah mainan kepada Vino.
Bocah kecil itu memeluk hadiahnya erat sambil bersandar di pelukan Bunda Ela, seolah menikmati kasih sayang yang telah mengiringi perjalanan panjangnya menuju kesembuhan.
Hari itu, yang tersisa bukan lagi kisah tentang sakit dan perjuangan. Yang hadir adalah rasa syukur, harapan yang menjadi nyata, dan senyum seorang anak yang menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya ketika kepedulian hadir dengan tulus. (Bengpri).


Leave a comment