KUNINGAN – Ada sesuatu yang berbeda setiap kali Hj. Ela Helayati, S.Sos., atau akrab disapa Bunda Melesat, hadir di tengah masyarakat. Kehadirannya bukan hanya membawa santunan, melainkan juga menghadirkan rasa hangat—sebuah pesan sederhana bahwa setiap orang berhak untuk diperhatikan dan tidak merasa sendirian.
Jumat (21/03/2025) di Pendopo Kabupaten Kuningan, Bunda Ela menyerahkan santunan kepada empat yayasan sosial: Panti Asuhan Dipati Ewangga, Yayasan Gemah Ripah, Yayasan Cipta Wening, dan Graha Berdaya. Nilainya mungkin tidak besar, namun maknanya melampaui angka. Itu adalah wujud cinta kasih dan kepedulian yang dibawa dengan hati.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yayasan-yayasan ini. Semoga santunan ini bisa menjadi tambahan semangat, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah,” tutur Bunda Ela dengan senyum yang menenangkan.

Bagi para pengurus yayasan, perhatian itu terasa seperti udara segar. Ada rasa bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia, ada tangan yang mau menggenggam, ada hati yang mau mendengar.
Di setiap langkah sosialnya, Bunda Ela selalu menekankan pentingnya sinergi. Baginya, kesejahteraan sosial bukan tugas satu pihak, melainkan kerja bersama. Dari pemerintah, yayasan, hingga masyarakat, semua perlu saling menopang agar tak ada yang tertinggal.
Dalam setiap kegiatan, sosoknya hadir bukan sekadar formalitas. Ia menyapa, mendengarkan, bahkan merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat. Itulah yang membuat kehadiran Bunda Melesat begitu berarti: bukan sekadar seorang ketua lembaga, melainkan ibu yang membawa pelukan kepedulian.
Ramadhan tahun ini, melalui tangan Bunda Ela, LKKS kembali menyalakan harapan. Harapan bahwa di Kuningan, kepedulian akan terus hidup, tumbuh, dan menyatukan banyak hati.
Leave a comment