KUNINGAN — Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan naik-turunnya harga hasil pertanian, harapan baru tumbuh di lahan-lahan petani Kuningan.
Harapan itu hadir lewat peningkatan produktivitas ubi jalar yang mencapai 47 ton per hektar, hasil dari program demplot Bakti Taskin yang digerakkan oleh Hj. Ela Helayati, S.Sos., atau yang akrab disapa Bunda Ela.
Bagi Bunda Ela, keberhasilan ini bukan semata soal angka produksi. Lebih dari itu, peningkatan hasil panen menjadi pintu masuk menuju kesejahteraan petani.
Dari yang sebelumnya hanya menghasilkan 2–3 ton per seratus bata, kini produktivitas melonjak hingga 6,7 ton per seratus bata.

Lonjakan ini secara langsung berdampak pada pendapatan dan rasa aman petani dalam mengelola usahataninya.
“Petani akan sejahtera kalau hasilnya meningkat dan risikonya bisa ditekan,” ujar Bunda Ela di sela panen perdana demplot ubi jalar di Kecamatan Cilimus.
Menurutnya, produktivitas tinggi memberi ruang bagi petani untuk menutup biaya produksi, meningkatkan keuntungan, dan mulai memikirkan masa depan keluarganya dengan lebih tenang.
Yang membuat program ini berbeda adalah pendekatan pendampingan yang intens dan menyeluruh.
Bunda Ela tak hanya hadir saat panen, tetapi juga mendampingi sejak tahap pengolahan lahan, pemilihan bibit, pola tanam, hingga manajemen panen.
Bahkan di tengah hujan dengan curah tinggi yang biasanya menurunkan produksi, hasil panen tetap terjaga.
Kehadiran Bunda Ela di lapangan pun menjadi simbol kuat. Dengan tangan berlumur tanah, ia ikut mencabut ubi jalar bersama para petani.
Bagi mereka, momen itu bukan seremoni, melainkan bukti bahwa program yang dijalankan benar-benar berpihak pada petani, bukan sekadar wacana.
Ketua DPP Bakti Taskin, Syahrul Zaki, menyampaikan bahwa keberhasilan demplot ini menunjukkan potensi besar pertanian jika dikelola dengan pola budidaya yang tepat.
“Alhamdulillah, walaupun dalam kondisi cuaca yang ekstrem, dengan kondisi curah hujan yang tinggi biasanya hasil produksi menurun tetapi Bakti Taskin mampu mempertahankan bahkan meningkatkan hasil produksi, kami ingin membuktikan bahwa petani bisa sejahtera,” tegas Syahrul Zaki.
Zaki menjelaskan demplot binaan BP Taskin mampu menghasilkan kisaran 47 Ton per hektar, sedangkan rata-rata nasional adalah 26 ton per hektar.
Program demplot ubi jalar ini berhasil, tidak lepas dari kiprah sosok Bunda Ela yang menjadi kunci karena konsistensinya dalam mendampingi petani secara langsung.
Ke depan, Bunda Ela bersama Bakti Taskin berkomitmen memperluas program demplot ke desa-desa lain di Kabupaten Kuningan.
Tujuannya jelas: menciptakan pertanian yang produktif, petani yang sejahtera, dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Ubi jalar ini bukan hanya soal pangan, tapi soal harapan. Kalau petani sejahtera, daerah juga akan sejahtera, Kuningan Melesat” pungkas Bunda Ela. (Bengpri).
Leave a comment