Home Sosial Bunda Ela, Amanah Baru untuk Kemanusiaan

Bunda Ela, Amanah Baru untuk Kemanusiaan

Share
Share

KUNINGAN – Senyum teduh itu tak pernah lepas dari wajah Hj. Ela Helayati, S.Sos. saat dirinya resmi dilantik sebagai Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030. Di balik senyum itu, tersimpan tekad besar: menjadikan LKKS sebagai rumah kepedulian, tempat di mana mereka yang lemah, sakit, dan terlupakan kembali mendapat harapan.

Bagi masyarakat, ia akrab disapa Bunda Ela. Sebutan “Bunda” itu bukan sekadar panggilan, tetapi cermin dari kasih sayang dan kepedulian yang ia tunjukkan dalam setiap langkahnya. Baginya, memimpin LKKS bukan tentang jabatan, melainkan tentang amanah untuk merangkul mereka yang sering terabaikan.

“Bagi seluruh pengurus mari kita bergandeng tangan, bulatkan niat mengabdi dan berbakti kepada masyarakat melalui kegiatan sosial,” ucap Bunda Ela penuh haru, seakan mengajak semua yang hadir untuk ikut berjalan bersama dalam jalan pengabdian.

Ia menyadari bahwa jalan sosial bukan jalan yang mudah. Ada anak-anak yatim yang rindu kasih sayang, ada lansia yang menanti perhatian, ada penyandang disabilitas yang ingin dipeluk dalam kepedulian. Namun, justru dari sanalah Bunda Ela menemukan makna.

Sejak dipercaya secara aklamasi pada Musyawarah Daerah V LKKS tahun 2024 lalu, Bunda Ela memaknai setiap tugas sosial sebagai ibadah. Ia ingin menghadirkan LKKS yang bukan hanya sekadar lembaga koordinasi, tetapi juga wajah kasih dan tangan yang mengulurkan bantuan.

Ketika Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa LKKS harus melahirkan program-program yang membumi, Bunda Ela menjawabnya dengan kesungguhan hati. Ia ingin memastikan setiap program LKKS benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah suasana pelantikan yang khidmat, ada getar emosional yang terasa. Bunda Ela bukan hanya dilantik sebagai ketua, tetapi juga diikrarkan sebagai ibu bagi banyak jiwa yang membutuhkan perhatian. Ia datang dengan hati yang terbuka, membawa keyakinan bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang bisa menyatukan semua orang.

Dan sejak hari itu, langkah Bunda Ela bukan hanya langkah seorang pemimpin lembaga, melainkan langkah seorang ibu bagi Kuningan, yang berjalan untuk menghadirkan kasih, kepedulian, dan harapan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Dapur yang Jarang Memasak

Duamata.id - Sejak program Makan Bergizi Gratis dimulai, sebuah dapur besar berdiri...

Kuningan Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Rebana 2025, Tertinggi di Antara 7 Daerah

KUNINGAN — Kabupaten Kuningan mencatatkan capaian membanggakan dengan menjadi daerah dengan pertumbuhan...

Bupati Dian Serahkan SK Kepala Sekolah Baru dan Stimulan Linmas, Tegaskan Peran Strategis Pemimpin Sekolah

KUNINGAN – Pagi di Lapangan Upacara Setda Kabupaten Kuningan, Senin (9/3/2026), menjadi...

Cek Kesiapan Operasional, Kodim 0615/Kuningan Periksa Kendaraan Dinas Prajurit

KUNINGAN – Untuk memastikan kesiapan operasional prajurit, jajaran TNI di Kodim 0615/Kuningan...