Home Sosial Membawa Empati, Bunda Ela Jenguk Balita Hidrosefalus

Membawa Empati, Bunda Ela Jenguk Balita Hidrosefalus

Share
Share

KUNINGAN — Kepedulian kepada warga yang membutuhkan kembali diwujudkan oleh Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati. Dengan hati tulus dan langkah ringan, ia mendatangi Dusun Wage, Desa Pagundan, untuk menjenguk seorang balita penderita hidrosefalus.

Bayi bernama Muhammad Surya Aryan Daffa, lahir pada 9 Maret 2024, adalah anak dari pasangan Agus dan Feby. Kondisi Surya yang mengidap hidrosefalus membutuhkan perhatian medis jangka panjang, sementara orang tuanya terus berusaha semampu mereka untuk memberikan perawatan terbaik.

Dalam kunjungan itu, Bunda Ela tidak datang sebagai pejabat, tetapi sebagai sosok ibu yang memahami perjuangan dan kegelisahan keluarga kecil tersebut. Ia duduk bersama orang tua bayi, menanyakan kondisi kesehatan, serta mendengarkan kebutuhan dan keluhan mereka.

“Anak ini bukan hanya milik orang tuanya, tapi juga titipan untuk kita semua. Pemerintah, masyarakat, dan kita sebagai sesama manusia harus saling menguatkan,” ujar Bunda Ela dengan nada lembut.

Kunjungan ini bukan sekadar simbolis. Sebagai Ketua LKKS, Bunda Ela memastikan adanya koordinasi lintas sektor agar Surya mendapat perhatian medis lanjutan, dukungan sosial, serta bantuan yang bisa meringankan beban keluarga. Ia juga menegaskan bahwa sentuhan kemanusiaan tidak boleh berhenti setelah kunjungan.

Kehadiran Bunda Ela membawa suasana haru sekaligus harapan. Orang tua Surya mengaku tersentuh karena merasa tidak berjalan sendiri menghadapi ujian berat ini.

Warga sekitar pun menyambut positif langkah ini, melihatnya sebagai bentuk nyata dari kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya hadir pada acara formal, tetapi juga di tengah mereka yang sedang berjuang dalam keterbatasan.

Sebagai Ketua LKKS, Bunda Ela konsisten mendorong gerakan sosial yang humanis dan kolaboratif. Ia percaya bahwa kesejahteraan tidak lahir dari kebijakan semata, tetapi juga dari empati dan pelibatan semua pihak.

Kisah di Pagundan mengingatkan bahwa perhatian kepada satu anak sakit bisa menjadi penguat bagi banyak hati—dan membuka jalan bagi solidaritas yang lebih luas.

Dengan sikap yang tenang dan penuh empati, Bunda Ela kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan tentang panggung atau sorotan, melainkan tentang hadir di saat orang membutuhkan—meski hanya untuk menguatkan dengan genggaman tangan dan sapaan yang menenangkan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Saat Roda Berputar

:Duamata.id - Di sebuah warung kopi pinggir jalan, Arga duduk sendirian menatap...

ASABRI dan Bank BWS Sosialisasikan Jaminan Sosial serta Literasi Keuangan kepada Personel Kodim 0615/Kuningan

KUNINGAN – PT ASABRI (Persero) bersama Bank BWS menggelar kegiatan sosialisasi program...

KDM Minta Sekolah Swasta Buka Akses untuk Siswa Kurang Mampu, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Rp2,7 Juta

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, , meminta sekolah swasta ikut berperan dalam...

Kuningan Kirim 140 Personel ke Porsenitas XIII Cirebon, Targetkan Juara Umum

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mengirimkan 140 personel untuk mengikuti Pekan Olahraga,...