KUNINGAN – Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah bagi orang tua selain melihat doa-doa yang selama ini dipanjatkan akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT.
Momen itulah yang kini dirasakan keluarga Ghany Aqeel Khairy, setelah putra mereka resmi dinyatakan lolos seleksi penerimaan Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Tahun Akademik 2026/2027 pada Fakultas Farmasi Militer.
Di balik satu kata “lulus”, tersimpan perjalanan yang tidak singkat. Ada waktu yang dihabiskan untuk belajar, berlatih menjaga kebugaran, mempersiapkan mental menghadapi setiap tahapan seleksi, hingga doa-doa yang nyaris tak pernah terlewat dari kedua orang tua.
Saat nama Ghany dipastikan sebaga salah satu peserta yang diterima, air mata haru pun tak terbendung.

Bukan semata karena berhasil masuk perguruan tinggi impian, tetapi karena mereka menyaksikan bagaimana ikhtiar dan doa akhirnya bertemu dengan takdir terbaik.
Seleksi Kadet Unhan dikenal sangat kompetitif. Ribuan putra-putri terbaik bangsa mengikuti setiap tahapan, namun hanya mereka yang memenuhi seluruh persyaratan akademik, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, dan mental yang berhak melanjutkan pendidikan sebagai kadet.
Di Fakultas Farmasi Militer, Ghany akan menempuh pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu kefarmasian, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, disiplin, jiwa bela negara, dan semangat pengabdian.
Perjalanan itu tentu belum berakhir. Justru inilah langkah awal menuju pengabdian yang lebih besar. Setelah menyelesaikan pendidikan dan memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, lulusan program kadet Unhan diproyeksikan menjadi perwira TNI.
Mereka akan menjalani pembentukan sebagai perwira sebelum menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) dan mengemban tugas sesuai bidang keahliannya.
Sebagai lulusan Farmasi Militer, Ghany nantinya memiliki peluang mengabdi di rumah sakit TNI, instalasi farmasi militer, laboratorium kesehatan, satuan kesehatan, hingga lembaga penelitian di lingkungan pertahanan.
Namun bagi keluarga, semua capaian itu bukanlah tujuan utama. Yang paling mereka syukuri adalah kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada Ghany untuk menapaki jalan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pangkat dan jabatan akan datang seiring waktu, tetapi nilai kejujuran, kedisiplinan, akhlak, dan keimanan adalah bekal yang harus selalu dijaga.
Semoga langkah Ghany Aqeel Khairy senantiasa diberi kemudahan, kesehatan, dan keberkahan. Tetap rendah hati saat berhasil, tidak pernah meninggalkan salat di tengah kesibukan pendidikan, serta menjadi perwira yang kelak mengabdi dengan ilmu, integritas, dan hati yang tulus untuk Indonesia.
Selamat menempuh perjalanan baru, Ghany. Hari ini adalah awal dari sebuah pengabdian panjang. Semoga setiap langkahmu selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan menjadi kebanggaan bagi keluarga, daerah, serta bangsa.


Leave a comment