Home Sosial Perempuan Lintas Agama Turun ke Jalan, Bagi Takjil dan Tebar Pesan Toleransi di Kuningan

Perempuan Lintas Agama Turun ke Jalan, Bagi Takjil dan Tebar Pesan Toleransi di Kuningan

Share
Share

KUNINGAN – Sore itu, lalu lintas di Jalan RE Martadinata Cijoho terlihat seperti biasa. Motor dan mobil silih berganti melintas, sebagian pengendara tampak terburu-buru mengejar waktu berbuka.

Namun ada pemandangan berbeda di depan kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kuningan.

Sekelompok perempuan berdiri di pinggir jalan, tersenyum ramah sambil menyodorkan paket takjil kepada para pengendara.

Mereka datang dari latar belakang agama yang berbeda, tetapi sore itu mereka memiliki satu tujuan yang sama: berbagi kebaikan.

Mereka adalah anggota Jaringan Perempuan Lintas Agama (Jaga Pelita) yang menggelar aksi sosial bertajuk Takjil On The Road pada Kamis (5/3/2025).

Koordinator Jaga Pelita, Titin Suhartini, mengatakan kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan perempuan lintas agama di Kabupaten Kuningan.

“Paket takjil ini hasil kebersamaan anggota Jaga Pelita. Kami ingin berbagi kepada para pengendara yang sedang dalam perjalanan menjelang berbuka,” ujarnya.

Yang membuat kegiatan ini terasa istimewa bukan sekadar takjil yang dibagikan. Di balik setiap paket yang diberikan, ada pesan kuat tentang toleransi.

Dalam aksi ini, perempuan dari berbagai latar belakang ikut terlibat: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, hingga penganut kepercayaan seperti Sunda Wiwitan.

Mereka berdiri berdampingan, saling membantu membagikan takjil kepada masyarakat.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, kebersamaan itu menjadi simbol sederhana namun kuat bahwa perbedaan tidak harus menjadi jarak.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk berbagi dan berbuat baik,” kata Titin.

Respons masyarakat pun sangat hangat. Banyak pengendara yang tersenyum, bahkan beberapa sempat mengucapkan terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan.

Bagi Jaga Pelita, aksi kecil di pinggir jalan itu bukan sekadar berbagi makanan berbuka. Lebih dari itu, ini adalah cara mereka merawat harmoni dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kuningan.

Dan sore itu, dari sepotong takjil yang berpindah tangan, pesan sederhana tentang toleransi ikut menyebar di jalanan kota.(Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Lele Mentah di Program Makan Bergizi Gratis Viral, Dapur MBG di Pamekasan Langsung Disetop!

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan publik. Kali...

Ketahanan Energi Indonesia Disorot! DPR Desak Pertamina Tambah Tangki BBM Agar Cadangan Bisa Tembus 30 Hari

CILEGON – Ketahanan energi nasional kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi XII DPR...

Ribuan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Disetop! 1.512 SPPG Ternyata Belum Penuhi Standar Sanitasi

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan...

Sembako Rp100 Ribu Cuma Dibayar Rp50 Ribu! Operasi Pasar Murah Pemkab Kuningan Diserbu Warga

KUNINGAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah berupaya menekan lonjakan harga kebutuhan...