KUNINGAN — Suasana pagi di Halaman Setda Kuningan, Komplek Kuningan Islamic Center, Senin (20/04/2026), tidak sekadar menjadi rutinitas apel biasa. Ada momentum penting yang menandai arah baru birokrasi: pelantikan 56 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara langsung melantik dan mengambil sumpah/janji para pejabat tersebut. Mereka berasal dari berbagai bidang strategis, mulai dari tenaga guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis—yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan publik.
Pelantikan ini mengacu pada Keputusan Bupati Kuningan Nomor 461 hingga 465 Tahun 2026, yang mencakup pengangkatan pertama, penyesuaian atau inpassing, perpindahan, perubahan kategori jabatan, hingga kenaikan jenjang jabatan fungsional.
Namun, bagi Bupati Dian, pelantikan ini bukan sekadar formalitas administrasi.
“Jabatan fungsional ini menuntut keterampilan yang spesifik dan khusus. Karena itu, setiap pejabat harus mampu memberikan kontribusi nyata sesuai kompetensinya,” tegasnya.
Ia mengingatkan, perubahan jabatan harus diikuti perubahan cara berpikir. Jangan sampai hanya berganti status, tapi tetap bekerja dengan pola lama.
“Jangan sampai pejabat fungsional justru menjadi pejabat ‘disfungsional’,” ujarnya, dengan nada serius.
Dalam analoginya yang menarik, Bupati Dian menyebut pejabat fungsional sebagai “pendekar” birokrasi.
Pendekar, kata dia, bukan sekadar simbol. Ia adalah sosok yang mandiri, lincah, dan menguasai jurus di bidangnya. Begitu pula pejabat fungsional dituntut menjadi ahli, menjadi rujukan, bahkan bagi pimpinannya sendiri.
“Mereka bukan lagi sekadar pelaksana, tapi harus menjadi pusat keahlian. Orientasinya bukan jabatan, tapi kinerja,” jelasnya.
Di sisi lain, jabatan fungsional juga membuka peluang percepatan karier. Sistem berbasis kinerja memungkinkan kenaikan pangkat lebih cepat, tentu dengan syarat kompetensi dan kontribusi nyata.
Menutup sambutannya, Bupati berharap kehadiran para pejabat fungsional ini tidak hanya menambah jumlah aparatur, tetapi benar-benar menjadi kekuatan baru dalam mendorong pembangunan daerah.
“Bekerjalah optimal, jaga sinergi, dan perkuat kekompakan. Kita butuh SDM yang tidak biasa yang keahlian dan pengetahuannya di atas rata-rata,” pungkasnya. (Bengpri)
Leave a comment