Home Kuningan 40 Guru SD Digembleng Kuasai IFP Bantuan Presiden Prabowo, Kuningan Siap Tancap Gas Digitalisasi Sekolah!

40 Guru SD Digembleng Kuasai IFP Bantuan Presiden Prabowo, Kuningan Siap Tancap Gas Digitalisasi Sekolah!

Share
Share

KUNINGAN – Transformasi pendidikan digital di Kabupaten Kuningan mulai bergerak nyata. Sebanyak 40 guru Sekolah Dasar (SD) perwakilan dari seluruh kecamatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kegiatan yang dipusatkan di SD Unggulan Cikaso ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan perangkat Interaktif Flat Panel (IFP) yang merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

IFP yang telah terpasang di sejumlah satuan pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi pajangan di ruang kelas, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan literasi, numerasi, dan kualitas proses belajar mengajar.

Dalam bimtek tersebut, para guru mendapatkan pelatihan teknis dan praktik langsung penggunaan IFP, mulai dari pengoperasian dasar, integrasi konten pembelajaran digital, hingga strategi mengajar interaktif berbasis teknologi.

Surya, S.Pd., M.M., selaku Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Kuningan, menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mutlak di era pembelajaran modern.

“Perangkat sudah ada. Tantangannya sekarang adalah bagaimana guru mampu mengoptimalkan IFP agar pembelajaran lebih hidup, menarik, dan mudah dipahami siswa,” tegasnya.

Menurutnya, digitalisasi pembelajaran bukan sekadar tren, melainkan bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh tenaga pendidik.

Bimtek ini juga menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap kebijakan digitalisasi pembelajaran nasional yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program tersebut menargetkan pemerataan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi di seluruh Indonesia.

Dengan menghadirkan 40 guru perwakilan kecamatan, Disdikbud Kabupaten Kuningan menerapkan strategi multiplier effect, peserta yang telah dilatih diharapkan mengimbaskan ilmunya kepada guru-guru lain di wilayah masing-masing.

Langkah ini dinilai penting agar bantuan perangkat dari pemerintah pusat benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar distribusi alat.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Para guru mengaku mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menciptakan kelas digital yang interaktif dan menyenangkan.

Kini, Kuningan tak hanya berbicara soal pemerataan sarana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Dengan kolaborasi pusat dan daerah, digitalisasi pembelajaran bukan lagi wacana, melainkan gerakan nyata.

Jika konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin SD di Kabupaten Kuningan akan menjadi percontohan transformasi pembelajaran digital di tingkat regional.

Kelas tak lagi sekadar papan tulis dan kapur. Di Kuningan, masa depan pendidikan mulai disentuh layar interaktif. (Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Video MBG Viral di Pamekasan, BGN: Menu Sebenarnya Lengkap, Tapi Tidak Dikeluarkan dari Mobil

Jakarta — Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Hati-Hati! Ini Titik Macet Parah Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

BANDUNG – Sejumlah jalur utama nontol di Jawa Barat diprediksi mengalami kemacetan...

Investasi Indramayu Meledak! Tembus Rp3,3 Triliun, Naik 121 Persen dalam Setahun

NDRAMAYU – Realisasi investasi di Kabupaten Indramayu mengalami lonjakan luar biasa sepanjang...

Di Istana Negara, Quraish Shihab Ingatkan: Al-Qur’an Mengajarkan Perdamaian, Tapi Tanpa Mengorbankan Keadilan

JAKARTA – Ulama dan cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab menegaskan bahwa pesan...