KUNINGAN — Gedung eks Rumah Sakit Citra Ibu yang sempat terbengkalai kini “hidup kembali”. Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menyewakan aset daerah strategis di pusat kota tersebut kepada Yayasan Wadia Insan Mandiri untuk dijadikan kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) KMC Kuningan. Langkah ini langsung menyita perhatian publik.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sewa tanah dan bangunan dilakukan langsung di lokasi eks RS Citra Ibu, yang juga dikenal sebagai Klinik Sajati. Aset daerah bernilai tinggi ini akan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan tinggi kesehatan, sekaligus menjadi upaya Pemkab Kuningan mengoptimalkan aset di tengah tekanan fiskal daerah.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar menyewakan gedung, melainkan strategi besar pemerintah daerah untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Ini bukan hanya soal PAD. Kehadiran Poltekkes di pusat kota akan memicu perputaran ekonomi baru, membuka peluang UMKM, dan menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Ia meyakini, aktivitas ribuan mahasiswa dan civitas akademika Poltekkes KMC akan memberi efek domino bagi sektor jasa, kuliner, hingga hunian di sekitar kawasan tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Uu Kusmana mengungkapkan, kerja sama ini melalui proses kajian mendalam oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Skema yang dipilih adalah sewa barang milik daerah dengan jangka waktu lima tahun dan opsi perpanjangan sesuai regulasi.
“Pemda memastikan seluruh proses sesuai aturan, mulai dari legalitas aset, pengawasan pemanfaatan, hingga penerimaan sewa daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wadia Insan Mandiri Momon Rochmana menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung eks RS Citra Ibu sepenuhnya difokuskan untuk kegiatan pendidikan. Ia menegaskan Poltekkes KMC Kuningan telah memiliki izin operasional dan akreditasi institusi.
Poltekkes KMC saat ini menyelenggarakan tiga program studi terakreditasi, yakni Gizi, Fisioterapi, dan Manajemen Informasi Kesehatan (Rekam Medis). Selain pendidikan, institusi ini juga aktif dalam riset dan pengabdian masyarakat, khususnya isu gizi, stunting, dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.
Penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPKAD, Direktur RSUD ’45, unsur asisten daerah, camat, lurah, hingga pengurus Yayasan Wadia Insan Mandiri.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Kuningan berharap pemanfaatan aset daerah tak lagi menjadi beban, melainkan motor penggerak pembangunan. Gedung yang dulu sepi kini diproyeksikan menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan masa depan Kuningan.(Bengpri).
Leave a comment