KUNINGAN – Wacana mengenai sosok yang layak memimpin Kabupaten Kuningan kembali mencuat. Pengamat Kebijakan Pemerintah Daerah sekaligus Praktisi Hukum, Abdul Haris, secara terbuka menyampaikan pandangannya bahwa Andi Gani Nena Wea merupakan figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk membawa Kuningan melompat lebih maju.
Menurut Abdul Haris, tantangan pembangunan daerah saat ini tidak lagi cukup dihadapi dengan kepemimpinan yang hanya kuat di tingkat lokal.
Kuningan, kata dia, membutuhkan sosok yang memiliki pengalaman nasional, jaringan luas, serta kemampuan membuka akses kebijakan dan investasi dari pemerintah pusat.
“Sudah saatnya Andi Gani Nena Wea memimpin Kuningan. Daerah ini memerlukan figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi tingkat nasional, serta kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan daerah,” ujar Abdul Haris, Sabtu (18/7/2026).
Ia menilai, kiprah Andi Gani Nena Wea selama ini telah memberikan perhatian terhadap Kabupaten Kuningan, meski banyak kontribusinya dilakukan di balik layar dan tidak selalu diketahui publik.Bagi Abdul Haris, tantangan yang dihadapi Kuningan ke depan semakin kompleks.
Mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata, hingga menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan daerah dengan pemerintah pusat.
Menariknya, Abdul Haris membandingkan karakter kepemimpinan Andi Gani Nena Wea dengan almarhum Aang Hamid Suganda, mantan Bupati Kuningan yang hingga kini masih dikenang sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, mampu merangkul berbagai kalangan, dan membawa kemajuan bagi daerah.
“Figur seperti Andi Gani memiliki modal pengalaman, jejaring nasional, dan pemahaman terhadap kondisi daerah. Menurut pandangan saya, Kuningan membutuhkan pemimpin dengan karakter seperti itu agar mampu bersaing dan berkembang lebih cepat,” katanya.
Meski menyampaikan dukungannya terhadap kapasitas Andi Gani Nena Wea, Abdul Haris menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai pengamat kebijakan pemerintahan dan praktisi hukum.
Ia berharap masyarakat tetap mengedepankan sikap objektif dalam menilai setiap figur yang muncul, dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen nyata dalam membangun Kabupaten Kuningan.
Pernyataan ini pun diperkirakan akan menambah hangat diskusi publik mengenai siapa sosok yang dinilai mampu membawa Kabupaten Kuningan menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.



Leave a comment