KUNINGAN — Harapan ratusan warga di Kecamatan Ciwaru akhirnya mulai terwujud. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang melintasi Sungai Citaal kini resmi berjalan, membuka peluang konektivitas baru bagi tiga dusun yang selama ini terpisah akses.
Pembangunan jembatan yang berlokasi di Dusun Ciseureuh, Desa Ciwaru, Kabupaten Kuningan ini menjadi salah satu proyek strategis yang ditunggu masyarakat. Dengan panjang mencapai 85 meter dan lebar 1,2 meter, jembatan ini dirancang mampu menopang beban hingga 4,2 ton.
Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Dusun Ciseureuh, Dusun Kahuripan II, dan Dusun Gagambiran, dengan total penerima manfaat sekitar 240 jiwa atau 80 kepala keluarga. Selama ini, warga di wilayah tersebut kerap menghadapi kendala mobilitas, terutama saat debit air Sungai Citaal meningkat.
“Kalau banjir, akses nyaris terputus. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga akan jauh lebih lancar,” ungkap salah satu warga setempat.
Berdasarkan laporan pelaksanaan pada Kamis (30/4/2026), progres pembangunan saat ini telah mencapai 20 persen. Seluruh material utama bahkan sudah 100 persen tersedia di lokasi, mulai dari besi konstruksi, pasir, hingga papan pijakan.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap awal konstruksi, seperti pembuatan area putar kendaraan material, pemasangan gelagar baja, serta pembatas jembatan yang masing-masing sudah mencapai 10 persen. Sementara itu, pekerjaan lantai beton baru memasuki tahap pembesian dengan capaian 90 persen.
Pengerjaan proyek ini melibatkan kolaborasi antara personel TNI sebanyak 8 orang dan partisipasi aktif 12 warga setempat. Sinergi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam pembangunan infrastruktur pedesaan.
Dari sisi kondisi lapangan, cuaca terpantau cukup mendukung dengan dominasi cerah sepanjang hari, meski sempat mendung di sore hari. Situasi keamanan di lokasi juga dilaporkan aman dan kondusif.
Ke depan, pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Ciwaru.
Jika progres terus berjalan lancar, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat warga Ciwaru akan menyaksikan perubahan besar: dari wilayah yang terpisah sungai, menjadi desa yang saling terhubung tanpa batas. (Bengpri).
Leave a comment