Home Cerpen IniMBGAnakku, ManaMBGAnakmu?

IniMBGAnakku, ManaMBGAnakmu?

Share
Share

duamata.id – Di sebuah wilayah yang peta dapur MBG-nya lebih banyak daripada warung kopi, berdirilah seorang Ketua Satgas MBG bernama Pak Samudera. Namanya dalam, pikirannya juga. Terlalu dalam, sampai ia bertanya pada dirinya sendiri suatu pagi: “Kenapa yang lapar anak-anak, tapi yang tersinggung orang dewasa?”

Selama ini, memotret menu MBG adalah kegiatan setengah terlarang. Bukan tertulis, tapi terasa. Kamera ponsel sering diturunkan bukan karena baterai habis, melainkan karena tatapan petugas dapur yang seolah berkata, “Jangan, ini sakral.”

Padahal yang difoto cuma menu MBG, bukan rahasia negara.

Pak Samudera, yang diam-diam mengikuti media sosial warga, tahu betul: foto MBG tetap beredar, hanya saja tanpa alamat, tanpa konteks, tanpa solusi. Disertai caption lirih atau pedas:

“Anakku dapat ini hari ini, entahlah.”
“Makan atau ujian kesabaran?”

“Kok isinya cuman gini, mending dikasihkan uangnya aja ke ortu”
“Ini bukan Makan Bergizi Gratis, tapi Kasih Jajanan Gratis?”

Semua yang menggerutu, tak ada yang menampung.

Maka pada suatu rapat yang biasanya diisi daftar hadir dan kopi pahit, Pak Samudera berkata pelan tapi menohok:

“Daripada kita pura-pura tidak melihat, bagaimana kalau kita minta mereka memotret lebih terang?”

Ruangan hening. Beberapa orang menatap seolah baru saja mendengar ide berbahaya.

“Difoto?” tanya seseorang.
“Iya,” jawab Pak Samudera. “Difoto. Disengaja. Dipamerkan.”

“Bukankah kita lihat di berita, Kepala BGN juga senang, kalau masyarakat ikut aktif mengawasi dengan kirim foto, ya untuk bahan evaluasi” Lanjut Pak Samudera..

Hari itu lahirlah gagasan yang dianggap paling nekat sejak menu tempe dua hari berturut-turut: Lomba Foto Menu MBG.

Namanya sederhana tapi menggelitik:
#IniMBGAnakku, ManaMBGAnakmu

Aturannya juga sederhana:

  • Foto menu MBG yang diterima siswa.
  • Sertakan nama sekolah dan tanggal.
  • Tak perlu filter, tak perlu edit.
  • Yang penting: jujur.

Hadiah bukan uang besar. Hanya piagam, kunjungan dapur, dan satu hal yang paling menakutkan: perhatian publik.

Yang lebih mengejutkan, Satgas juga membuka hotline pengaduan resmi. Nomornya ditempel di sekolah dan dapur MBG. Bukan untuk marah-marah, kata Pak Samudera, tapi untuk menjawab.

“Kalau masyarakat disuruh ikut mengawasi, masak kita nggak siap diawasi?” katanya ringan.

Minggu pertama lomba, media sosial meledak, bukan dengan amarah, tapi dengan perbandingan.

Ada menu yang membuat warganet tersenyum:
“Nasi, ayam, sayur segar. Mantap.”

Ada juga yang membuat dapur lain berkeringat:
“Nasi pucat, sayur ragu-ragu, lauk menghilang.”

Ajaibnya, tak ada keributan. Karena semua tahu: ini bukan pamer, tapi cermin.

Dapur-dapur mulai berlomba.
Bukan berlomba terlihat baik di laporan, tapi berlomba disukai anak-anak.

Ada kepala dapur yang berkata,
“Kalau foto kita kalah bagus, malu sama dapur sebelah.”

Anggaran tetap sama. Tapi niat mulai berbeda.

Yang paling lucu, para penggerutu lama di media sosial kini berubah jadi peserta lomba paling aktif. Mereka yang dulu hanya mengeluh, kini rajin memotret dengan sudut terbaik.

“Biar adil,” kata mereka.

Dan soal tabu itu?, perlahan runtuh.

Orang mulai paham, Yang tabu bukan memotret makanan anak, tapi membiarkan kualitasnya tanpa koreksi.

Di akhir lomba, Pak Samudera menutup dengan satu kalimat yang kemudian ramai dikutip:

“Program sebesar MBG tidak butuh kebisuan. Ia butuh keberanian dilihat.”

Sejak hari itu, kamera ponsel tak lagi diturunkan karena takut.
Ia diangkat, sebagai tanda:
anak-anak ini penting, dan makan mereka pantas diperhatikan.

Karena ternyata, mengawasi bersama jauh lebih sehat, daripada menggerutu sendirian.

Hanya Cerpen by Bengpri

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Dapur yang Jarang Memasak

Duamata.id - Sejak program Makan Bergizi Gratis dimulai, sebuah dapur besar berdiri...

Kuningan Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Rebana 2025, Tertinggi di Antara 7 Daerah

KUNINGAN — Kabupaten Kuningan mencatatkan capaian membanggakan dengan menjadi daerah dengan pertumbuhan...

Bupati Dian Serahkan SK Kepala Sekolah Baru dan Stimulan Linmas, Tegaskan Peran Strategis Pemimpin Sekolah

KUNINGAN – Pagi di Lapangan Upacara Setda Kabupaten Kuningan, Senin (9/3/2026), menjadi...

Cek Kesiapan Operasional, Kodim 0615/Kuningan Periksa Kendaraan Dinas Prajurit

KUNINGAN – Untuk memastikan kesiapan operasional prajurit, jajaran TNI di Kodim 0615/Kuningan...