KUNINGAN — Paradigma lama museum resmi ditinggalkan. Kini, museum tak lagi sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tapi harus menjadi ruang hidup yang memberi pengalaman bagi pengunjung.
Pesan tegas itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meresmikan Museum Taman Purbakala Cipari, Sabtu (4/4/2026).
“Orang datang ke museum harus mendapatkan experience,” tegasnya.
Menurut Fadli Zon, museum masa kini harus berubah total, menjadi ruang edukasi, tempat dialog budaya dan pusat pengalaman interaktif
Transformasi ini juga akan didukung dengan digitalisasi museum, penguatan peran kurator dan edukator, serta integrasi dengan pendidikan dan industri kreatif
Situs Cipari bukan sembarang tempat. Lokasi ini menyimpan jejak peradaban dari era megalitik hingga neolitik yang telah diteliti sejak 1970-an.
“Indonesia adalah bangsa dengan peradaban sangat tua, dan situs seperti Cipari harus dijaga,” ujar Fadli Zon.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswanto, menyebut revitalisasi museum dilakukan sejak Desember 2025.
Fokus utamanya penataan ruang pamer, penguatan fungsi edukasi, dan menjadikan museum sebagai ruang belajar aktif
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menilai momentum ini sangat strategis.
“Kuningan bukan hanya wilayah administratif, tapi ruang peradaban dengan sejarah panjang,” ujarnya.
Ia optimistis, penguatan sektor budaya bisa menjadi motor baru pariwisata edukasi, ekonomi kreatif dan identitas daerah
Sebelumnya, Menteri juga mendorong revitalisasi sejumlah cagar budaya penting, seperti:
- Gedung Naskah Linggarjati
- Gedung Sjahrir
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan identitas sejarah daerah.
Setelah Cipari, rombongan melanjutkan kunjungan ke:
- Paseban Tri Panca Tunggal
- Gedung Kesenian Kuningan
Kunjungan ini menandai keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem seni dan budaya di daerah.
Kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi suntikan energi baru bagi Kuningan.
Kini, museum bukan lagi tempat sepi yang hanya dikunjungi sesekali, melainkan ruang hidup yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan. (Bengpri).
Leave a comment