Home Kuningan Dorong Serapan Tenaga Kerja, Bupati Dian Buka Bursa Kerja dan Pemagangan di Kuningan

Dorong Serapan Tenaga Kerja, Bupati Dian Buka Bursa Kerja dan Pemagangan di Kuningan

Share
Share

KUNINGAN – Upaya menekan angka pengangguran terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara langsung membuka kegiatan Sosialisasi Bursa Kerja dan Pemagangan Dalam Negeri maupun Luar Negeri di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas dan diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan.

Sekitar 200 peserta hadir dalam forum tersebut, terdiri dari para kepala SMA/SMK/MA yang tergabung dalam MKKS serta pimpinan perusahaan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Kuningan menjadi gambaran kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Turut hadir Sekretaris Ditjen Binalavotas Kemenaker, Memey Meirita Handayani, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, serta jajaran perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri yang harus segera dijembatani.

“Persoalan utama kita adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Ini yang harus kita benahi bersama agar peluang kerja benar-benar bisa diisi oleh putra-putri daerah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kuningan terus meningkat, sementara pengangguran masih menjadi tantangan. Namun di sisi lain, peluang besar mulai terbuka seiring meningkatnya minat investasi ke daerah.

Pemkab Kuningan, lanjutnya, tengah mempercepat penyelesaian RTRW sebagai dasar hukum investasi, termasuk menyiapkan kawasan industri di wilayah Kuningan Timur yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Beberapa investor sudah menunjukkan ketertarikan, dengan kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar. Ini peluang sekaligus tantangan bagi kita untuk menyiapkan SDM yang siap kerja,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya program pemagangan sebagai strategi membangun tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga karakter dan etos kerja (soft skill).

Di sisi lain, Bupati mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi. Ia menegaskan pentingnya mengikuti prosedur yang benar guna menghindari praktik penipuan hingga perdagangan orang.

“Saya minta masyarakat tidak mudah tergiur. Pastikan melalui jalur resmi dan konsultasikan dengan Disnakertrans,” pesannya.

Sementara itu, Memey Meirita Handayani menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif dunia usaha dan industri.

“Yang menciptakan lapangan kerja adalah industri. Pemerintah hadir untuk menyiapkan SDM melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan pelatihan vokasi harus berbasis demand atau kebutuhan riil di lapangan, dengan target tingkat penempatan peserta mencapai 80 persen.

Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan juga dipengaruhi perubahan karakter generasi muda serta pesatnya perkembangan teknologi, sehingga penguatan soft skill seperti komunikasi, adaptasi, dan inovasi menjadi kunci.

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, menegaskan dukungan legislatif dalam menekan pengangguran dan kemiskinan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Senada, Kepala Disnakertrans Kuningan, Toto Toharuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi konkret antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha. (Bengpri).

“Kami ingin memastikan program tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan dan LPK untuk memetakan kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan industri, sekaligus memperkuat program pemagangan dan fasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan pemberi kerja.

Dengan kolaborasi yang semakin solid, Pemkab Kuningan optimistis penyerapan tenaga kerja akan terus meningkat.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Satu Jatuh, Satu Duduk

Duamata.id - Di gedung itu, kursi lebih setia daripada manusia Ia tidak...

Cirebon Matangkan PORSENITAS XIII, Wali Kota: Batas Wilayah Bukan Sekat, tapi Ruang Kolaborasi

CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga dan...

Sekolah Maung Dapat Dukungan Luas, Akademisi hingga Alumni Siap Terlibat Nyata

BANDUNG — Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat...

Kepala SMA se-Jabar Dukung Sekolah Maung, Dinilai Jadi Jawaban Sekolah Unggulan

BANDUNG — Dukungan terhadap program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Gubernur...