Home Lokal Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga di Cibingbin Ambruk

Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga di Cibingbin Ambruk

Share
Share

KUNINGAN – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kuningan menyebabkan satu unit rumah warga di Dusun Sukasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, ambruk. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan turun sejak sore hingga malam hari, Kamis (25/12/2025).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Rumah yang terdampak diketahui milik Suha (75), yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa. Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar akibat rusaknya sebagian besar struktur bangunan rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa hujan deras menyebabkan pergeseran Tembok Penahan Tanah (TPT) di bagian belakang rumah. Pergeseran tersebut memicu runtuhnya pondasi bangunan.

“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan TPT di bagian belakang rumah bergeser sepanjang sekitar delapan meter dengan tinggi kurang lebih dua meter. Pergeseran ini menyeret struktur bangunan sehingga dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan ruang tamu mengalami kerusakan berat. Atap genteng pun ambruk,” ujar Indra.

Selain merusak rumah Suha, pergeseran TPT tersebut juga mengancam satu unit rumah warga lainnya yang berada di sisi barat, milik Udin (38). Kedua rumah tersebut berada pada satu dinding yang sama sehingga berpotensi terdampak jika terjadi pergeseran lanjutan.

Menindaklanjuti kejadian itu, BPBD Kuningan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan awal. Aparat desa setempat turut berkoordinasi dengan unsur kecamatan, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Dinas Sosial guna memastikan langkah darurat berjalan optimal.

“BPBD telah menurunkan tim assessment sekaligus menyalurkan bantuan logistik darurat. Pemilik rumah bersama warga dan aparat desa juga bergotong royong membersihkan material tembok dan genteng yang ambruk,” jelas Indra.

Saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Proses pembersihan sisa material bangunan masih terus dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar. Sementara itu, untuk alasan keselamatan, keluarga Suha terpaksa mengungsi ke rumah anaknya, Waryadi (60), yang berada di RT yang sama.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan pergeseran tanah.

“Kami meminta warga, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor atau memiliki bangunan di atas tanah labil, agar lebih waspada. Langkah lanjutan penanganan akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan instansi terkait,” pungkasnya…djz

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

GENTING, Gerakan Gotong Royong Selamatkan Masa Depan Anak Kuningan dari Stunting

KUNINGAN – Membangun generasi yang sehat dan berkualitas tidak bisa hanya menjadi...

Gagalkan Aksi Illegal Logging di TNGC, Dua Babinsa Kodim 0615/Kuningan Diganjar Penghargaan Kapolres pada HUT Bhayangkara ke-80

KUNINGAN – Semangat sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta kelestarian...

Abdul Haris Soroti Maraknya Audiensi dan Demo di Kuningan: Alarm Tata Kelola Pemerintahan

KUNINGAN – Frekuensi audiensi dan aksi demonstrasi yang terus berulang di lingkungan...

Kodim 0615/Kuningan Kembali Salurkan 62 Motor Roda Tiga, Perkuat Operasional Koperasi Merah Putih di Desa

KUNINGAN – Komitmen pemerintah dalam memperkuat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)...