KUNINGAN — Saat sebagian besar masyarakat menikmati hangatnya Hari Raya Idulfitri bersama keluarga, ada sekelompok orang yang tetap setia menjalankan tugasnya.
Mereka adalah tenaga kesehatan di Puskesmas Mandirancan yang tetap siaga di Posko Kesehatan Lebaran, memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan tanpa henti.
Sejak pagi hari, Nakes-Nakes ini berjaga di Puskesmas Mandirancan yang menjadi salah satu posko kesehatan lebaran.
Di tengah suasana lebaran yang identik dengan silaturahmi, mereka justru mengabdikan waktunya untuk memastikan keselamatan orang lain.
Tak hanya itu, layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas Mandirancan juga tetap buka.
Layanan ini menjadi garda terdepan bagi ibu hamil yang membutuhkan pertolongan persalinan, termasuk dalam kondisi darurat.
Bidan Sofi, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas, mengungkapkan bahwa menjaga pelayanan di momen Lebaran adalah bagian dari tanggung jawab sekaligus panggilan hati.
“Lebaran memang momen berkumpul dengan keluarga, tapi bagi kami, kesehatan masyarakat adalah prioritas. Apalagi untuk layanan persalinan, bayi tidak bisa menunggu. Kami harus selalu siap kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ada kebanggaan tersendiri ketika bisa membantu masyarakat di momen-momen penting seperti ini.
“Memang ada rasa rindu berkumpul dengan keluarga, tapi ketika melihat pasien tertangani dengan baik, ibu melahirkan dengan selamat, itu menjadi kebahagiaan yang tidak bisa digantikan. Ini adalah bentuk pengabdian kami,” tambah Bidan Sofi.
Keberadaan posko kesehatan dan layanan PONED yang tetap berjalan selama Lebaran menjadi bukti nyata komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan tanpa mengenal waktu.
Di balik senyum lelah mereka, tersimpan dedikasi besar untuk masyarakat.
Di saat banyak orang merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, para tenaga kesehatan ini justru menunjukkan makna kemenangan yang lain, ketulusan dalam melayani, pengorbanan untuk sesama, dan semangat kemanusiaan yang tak pernah padam. (Red).
Leave a comment