KUNINGAN— Suasana hangat terasa di Dusun Kliwon, Desa Nanggela, Kecamatan Mandirancan, saat Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) digelar.
Sejak pagi, ibu-ibu datang sambil menggendong balita, disusul para lansia yang perlahan melangkah, membawa harapan sederhana, tubuh tetap sehat dan terpantau.
Posyandu ILP merupakan transformasi layanan kesehatan dasar yang kini menjangkau seluruh siklus kehidupan.
Tak hanya bayi dan balita, layanan ini juga menyentuh remaja, orang dewasa, hingga lansia dalam satu kegiatan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat desa.
Bidan Desa Nanggela, Bidan Sofi, menuturkan bahwa Posyandu ILP dirancang agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan kehidupan warga.
“Pelaksanaannya bergantian di lima dusun. Hari ini di Dusun Kliwon, besok di dusun lain. Dengan begitu semua warga bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.
Pada pelaksanaan di Dusun Kliwon, sekitar 20 balita hadir bersama ibunya untuk ditimbang dan dipantau tumbuh kembangnya. Tawa kecil balita sesekali pecah, berpadu dengan obrolan ringan para ibu yang saling berbagi cerita.
Sementara itu, sebanyak 35 lansia tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan. Mereka menjalani cek tekanan darah, gula darah, skrining fungsi indra, serta deteksi dini penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Bagi para lansia, pemeriksaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bentuk perhatian yang membuat mereka merasa tidak sendiri.
“Alhamdulillah, jadi tahu kondisi kesehatan. Kalau ada apa-apa bisa cepat ditangani,” ungkap salah seorang lansia usai pemeriksaan.
Melalui Posyandu ILP, pelayanan kesehatan tak lagi terasa kaku dan berjarak. Ia hadir menyatu dengan kehidupan warga, menjadi ruang temu, ruang peduli, dan ruang harapan agar masyarakat Desa Nanggela dapat menjalani hari-hari dengan lebih sehat dan tenang.
Leave a comment