KUNINGAN – Ancaman pergeseran tanah di jalur Ciwiru–Padamatang membuat Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat. Laporan warga yang masuk langsung direspons dengan peninjauan lapangan hingga langkah teknis dan hari ini (19/4) dilakukan uji sondir untuk mengungkap kondisi tanah yang sebenarnya.
Beberapa hari sebelumnya, Bupati Kuningan yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dianggap sepele. Pergeseran tanah dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu akses vital antarwilayah.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi hal yang lebih buruk. Penanganan darurat harus segera dilakukan,” tegasnya.
Tak berhenti pada peninjauan, hari ini tim teknis dari UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi (Lab) Dinas PUTR langsung bergerak melakukan observasi lapangan dan penyelidikan tanah menggunakan metode sondir. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala UPTD Lab, Didi Suryadi, bersama Kasubag TU UPTD, Aris Susanto.
Uji sondir ini menjadi kunci penting untuk “membaca” kekuatan tanah di bawah badan jalan yang terdampak. Hasilnya akan menentukan langkah besar berikutnya: rekonstruksi total atau penguatan struktur di titik rawan.
“Sejalan dengan perintah Pa Kadis PUTR (Ir. Putu Bagiasna, MT) dan Kabid Bina Marga (Tedi Sukmajayadi, ST, M.Si), hari ini kita melaksanakan observasi dan penyelidikan tanah Sondir” Jelas Didi Suryadi.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUTR Kuningan, Putu Bagiasna, mengungkapkan bahwa indikasi awal memang mengarah pada pergerakan tanah yang cukup serius. Bahkan, dampaknya sudah mulai dirasakan warga sekitar.
“Bukan hanya jalan yang terdampak, ada dua rumah warga yang mengalami retakan pada tembok. Ini menandakan pergerakan tanah tidak bisa dianggap ringan,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD serta Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan, mengingat dampaknya sudah menyentuh kawasan permukiman.
Sementara itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu pergerakan tanah susulan.
Dengan uji teknis yang kini tengah berjalan, harapan besar disematkan agar solusi permanen segera ditemukan. Pemkab Kuningan pun memastikan, jalur Ciwiru–Padamatang akan masuk dalam agenda rekonstruksi menyeluruh demi mengembalikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat. (Bengpri).
Leave a comment