KUNINGAN – Bencana datang bertubi-tubi. Setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan, banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung merendam permukiman warga di Desa Kadugede, disusul longsor di Desa Karangsari, Kecamatan Darma.
Di tengah kondisi tersebut, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, bergerak cepat turun langsung ke lokasi, Minggu (29/03/2026). Ia meninjau dapur MBG serta rumah warga yang terdampak banjir, memastikan kondisi di lapangan sekaligus mendengar langsung keluhan masyarakat.
Pemandangan di lokasi cukup memprihatinkan. Sejumlah rumah masih tergenang, sementara warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa.
Dalam dialognya, Wabup Tuti mengingatkan pentingnya kesadaran menjaga lingkungan.
“Jangan buang sampah ke sungai. Ini harus jadi perhatian bersama agar bencana seperti ini tidak terus berulang,” tegasnya.
Namun di balik imbauan tersebut, muncul pertanyaan dari sebagian warga: apakah solusi jangka panjang sudah benar-benar disiapkan?
Pemerintah daerah mengklaim telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan, mulai dari pembersihan hingga pemulihan permukiman.
Tapi bagi warga terdampak, yang dibutuhkan bukan hanya respons cepat, melainkan kepastian agar bencana serupa tidak terus menghantui setiap musim hujan.
Tak berhenti di Kadugede, rombongan langsung bergerak ke Desa Karangsari yang terdampak longsor. Di sana, bantuan mulai disalurkan berupa sembako, kasur lipat, dan kebutuhan dasar lainnya.
Bantuan memang datang, tapi trauma dan kekhawatiran warga belum tentu hilang.
Bencana kali ini kembali menjadi pengingat keras: persoalan lingkungan dan tata kelola wilayah di Kuningan belum sepenuhnya tuntas.
Di saat pemerintah hadir di lapangan, masyarakat kini menunggu langkah nyata yang lebih dari sekadar penanganan darurat.
Leave a comment