Home Opini Sketsa Kebersamaan di Panggung Refleksi

Sketsa Kebersamaan di Panggung Refleksi

Share
Share

Duamata.id – Mang Duta mah orang kampung. Ngopi di warung, dengar obrolan warga, itu sudah jadi “survei” paling jujur. Dan akhir-akhir ini, yang sering jadi bahan obrolan bukan cuma soal harga cabai atau jalan desa, tapi soal satu hal sederhana, kok Bupati dan Wakil Bupati Kuningan masih keneh kompak, padahal beda partai?

Di negeri ini, kita mah sudah terlalu sering nonton drama. Awal jabatan mesra, tengah jalan mulai beda arah, ujungnya saling sindir halus. Masyarakat jadi penonton, kadang juga jadi korban.

Tapi setahun ini, Mang Duta lihat yang berbeda dari pasangan Dian Rachmat Yanuar jeung Tuti Andriani. Mereka mah bukan cuma berdampingan di foto baliho, tapi kelihatan benar-benar berjalan bareng.

Beda partai? Iya.
Beda warna? Pasti.
Tapi tujuan? Satu, bikin Kabupaten Kuningan melesat.

Mang Duta bukan sedang memuji berlebihan. Kritik tetap perlu. PR masih banyak. Kemiskinan belum hilang. Pelayanan belum semuanya ramah. Jalan desa belum semuanya mulus.

Tapi di tengah semua kekurangan itu, ada satu hal yang patut diapresiasi: mereka tidak mempertontonkan ketidakakuran.
Dan itu mahal harganya.

Karena kekompakan itu bukan cuma soal politik. Itu soal pesan moral. Pesan bahwa perbedaan partai tidak harus berujung curiga. Bahwa kursi jabatan bukan alasan untuk saling sikut diam-diam.

Mang Duta percaya, kalaupun nanti periode berikutnya takdir politik membuat mereka harus bersaing, ya bersainglah secara terhormat. Berlomba gagasan. Berlomba program. Berlomba siapa yang paling bisa mensejahterakan rakyat.

Itu promosi terbaik.
Bukan drama.
Bukan bisik-bisik.
Bukan saling menjatuhkan.

Rakyat Kuningan sudah lelah jadi penonton konflik elit. Rakyat mah sederhana: jalan alus, kerja ada, pelayanan ramah, harga stabil. Itu cukup.

Jadi untuk setahun ini, Mang Duta cuma mau bilang: hatur nuhun. Terima kasih sudah mempertontonkan kesolidan. Terima kasih sudah menunjukkan bahwa beda warna bisa tetap satu irama.

Kuningan butuh kerja sama, bukan ego.
Butuh kolaborasi, bukan kompetisi yang prematur.

Kalau fondasi kekompakan ini terus dijaga, InsyaAllah Kuningan melesat itu bukan cuma slogan di panggung, tapi jadi kenyataan di kampung-kampung.

Hanya Celoteh by Mang Duta

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pastikan Sistem Lebih Transparan dan Berkeadilan, Uji Publik SPMB 2026/2027 Digelar

KUNINGAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Uji Publik...

Menolak LKS Digital: Membela Siswa atau Menjaga Zona Nyaman?

Duamata.id - Dalam dunia pendidikan yang sering salah paham antara “melindungi” dan...

Bukan Absensi, Ini Ukuran Kinerja ASN Versi Dedi Mulyadi

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan kebijakan work from home...

Dari Tokyo, Prabowo Umumkan Transformasi Besar Ekonomi Indonesia

TOKYO – Dunia dibuat menoleh. Dari jantung ekonomi Asia, Prabowo Subianto melontarkan...