KUNINGAN – SMP Negeri 1 Lebakwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada para peserta didik melalui gelaran Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2025–2026.
Pemilihan yang dilaksanakan secara terbuka, tertib, dan sangat mirip dengan proses pemilihan umum di masyarakat.
Sejak awal masa kampanye dibuka, suasana sekolah berubah menjadi lebih hidup. Tiga pasangan calon yakni Alya-Alfino, Candika-Tania, serta Tsamara-Rahmah, menyampaikan visi dan misi serta beradu gagasan untuk menarik dukungan para pemilih.
Para siswa berdiskusi, menilai program, hingga menyaksikan bagaimana konsep demokrasi diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah.
Puncak kegiatan terlihat pada hari pemungutan suara. Panitia menghadirkan mekanisme pemilu yang profesional, mulai dari bilik suara, kotak suara tersegel, hingga surat suara resmi bertanda nomor dan foto paslon.

Seluruh siswa datang secara bergiliran untuk memberikan hak pilihnya, sementara anggota KPPS siswa bertugas memastikan proses berlangsung jujur, transparan, dan tertib (4/12).
Kepala SMPN 1 Lebakwangi, Surya, S.Pd., M.M., menyampaikan melalui kegiatan ini, para siswa belajar mengelola tahapan pemilu, menghargai perbedaan, memahami kebebasan berpendapat, serta menentukan arah masa depan organisasi secara bertanggung jawab.
“Pemilu OSIS bukan hanya seremonial tahunan, tetapi proses pembelajaran karakter yang sangat penting. Di sinilah siswa belajar menjadi warga negara yang baik, jujur, adil, dan bertanggung jawab. Saya bangga kepada seluruh panitia, pembina, paslon, dan seluruh siswa yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan penuh integritas. Semoga para pemimpin OSIS terpilih nanti dapat membawa SMPN 1 Lebakwangi semakin berprestasi dan solid dalam kebersamaan.” Ucapnya
Surya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Pembina OSIS, Panitia PEMILU, para Paslon, serta seluruh siswa yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini.
Pemilu OSIS tahun ini membuktikan bahwa SMPN 1 Lebakwangi bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menumbuhkan budaya demokrasi sejak dini, sebuah bekal penting bagi para siswa untuk terjun ke masyarakat sebagai generasi muda yang kritis, cerdas, dan berintegritas.
Leave a comment