KUNINGAN – Ada pemandangan berbeda di SMPN 1 Cilimus saat peringatan Bulan Bahasa 2025. Di tengah suasana penuh semangat literasi, sekolah ini merayakan ulang tahun pertama Necis Mini Theater, ruang mini bioskop edukatif yang menjadi kebanggaan warga sekolah.
Kegiatan ini terasa istimewa karena juga dirangkai dengan Launching Buku Puisi Essay karya 22 siswa, bukti nyata bahwa literasi di SMPN 1 Cilimus bukan sekadar slogan, tetapi sudah menjadi budaya yang hidup.
Kehadiran Bunda Ela Helayati menambah warna dalam perayaan tersebut. Didampingi oleh Kepala SMPN 1 Cilimus, Ida Nurhaedah, M.Pd., Bunda Ela meninjau langsung Necis Mini Theater, sebuah ruangan mungil namun berteknologi lengkap, tempat siswa menonton dan mendiskusikan film-film pendidikan, hasil karya sendiri maupun karya inspiratif lainnya.
“Saya sangat terkesan. Ini bukan sekadar ruang nonton, tapi ruang belajar yang menyenangkan. Di sini anak-anak diajak berpikir kritis, berimajinasi, sekaligus belajar nilai kemanusiaan lewat film,” ujar Bunda Ela penuh kagum.
Menurutnya, seni dan literasi visual adalah dua hal penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Melalui film, siswa dapat belajar memahami kehidupan, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan empati.
“Seni dan literasi tidak bisa dipisahkan. Keduanya membentuk karakter dan rasa kemanusiaan generasi muda. Necis Mini Theater adalah inovasi luar biasa dari sekolah ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Cilimus, Ida Nurhaedah, M.Pd., menjelaskan bahwa Necis Mini Theater lahir dari semangat sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari visual dan pengalaman. Melalui film-film edukatif, mereka belajar nilai kehidupan, sosial, dan budaya,” ujar Ida.
Dengan inovasi seperti ini, SMPN 1 Cilimus kian dikenal sebagai sekolah yang kreatif dan visioner, tempat di mana literasi tidak hanya dibaca, tetapi juga dihidupkan dalam gambar, suara, dan rasa.(Beng).
Leave a comment