CIREBON – Kota Udang benar-benar “panen” wisatawan selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026. Dalam kurun waktu hanya 10 hari, lonjakan pengunjung terjadi secara signifikan, menegaskan Cirebon sebagai magnet wisata di Jawa Barat.
Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat, total 44.895 wisatawan domestik dan 18 wisatawan mancanegara memadati berbagai destinasi unggulan di Kota Cirebon sepanjang 16–25 Maret 2026.
Yang paling mencolok? Wisata Bahari Kejawanan. Destinasi ini menjadi “raja kunjungan” dengan angka fantastis: 37.343 wisatawan. Jauh meninggalkan lokasi lainnya.
Selain Kejawanan, sejumlah ikon wisata lain juga kebagian lonjakan, meski dengan angka yang lebih beragam:
- Keraton Kasepuhan: 3.009 wisatawan domestik + 12 mancanegara
- Keraton Kacirebonan: 443 domestik + 6 mancanegara
- Keraton Kanoman: 63 wisatawan
- Goa Sunyaragi: 2.191 wisatawan
- Cirebon Waterland: 1.846 wisatawan
Perbedaan angka ini menunjukkan satu hal, tidak semua destinasi merasakan euforia yang sama.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyebut lonjakan ini sebagai tren positif yang patut disyukuri.
“Tingkat kunjungan meningkat signifikan. Bahkan Kejawanan masuk lima besar destinasi wisata terfavorit di Jawa Barat,” ujarnya.
Namun di balik rasa syukur, data ini juga menyimpan tantangan besar, bagaimana pemerataan kunjungan agar tidak hanya terpusat di satu titik.
Sebagai kota dengan kekuatan budaya, sejarah, hingga kuliner, Cirebon memang punya daya tarik lengkap. Mulai dari keraton bersejarah hingga wisata bahari dan taman rekreasi modern.
Namun lonjakan wisatawan ini juga membuka fakta lain, sebagian destinasi masih “tertinggal” dalam menarik minat pengunjung. Jika tidak dibenahi, kesenjangan ini bisa semakin lebar. Lonjakan puluhan ribu wisatawan ini menjadi bukti bahwa Cirebon sedang berada di jalur kebangkitan pariwisata.
Leave a comment