Home Cerpen Aroma Kopi dan Aspal Baru

Aroma Kopi dan Aspal Baru

Share
Share

Duamata.id – Pagi itu, warung kopi Mang Darto di sudut Jalan Sudirman belum terlalu ramai. Asap tipis dari cangkir-cangkir kopi hitam mengepul pelan, bercampur obrolan ringan soal harga cabai dan jadwal tarawih.

“Eh, kamu lihat berita belum?” tanya Ujang sambil meniup kopinya.

“Berita apalagi? Jangan-jangan soal bola lagi,” jawab Asep malas.

“Bukan. Ini soal jalan. Kata siaran resmi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, sebelum Lebaran ada 120 ruas jalan yang bakal diperbaiki.”

Asep yang tadinya setengah mengantuk langsung tegak. “Serius? Termasuk yang ke arah Winduhaji?”

“Iya, malah itu yang gede. Winduhaji sampai Lebakwangi mau dihotmix, kurang lebih 15 kilometer. Anggarannya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Katanya sekitar dua puluh dua miliar.”

Mang Darto yang sejak tadi menyeduh kopi ikut nimbrung. “Alhamdulillah kalau begitu. Tiap hari yang lewat sini ngeluh terus. Apalagi kalau hujan, beuh… .”

Ujang mengangguk. “Kemarin Pak Bupati, Dian Rachmat Yanuar, turun langsung ke Jalan Sudirman. Katanya lagi proses lelang, ditargetkan sebelum Lebaran sudah mulai digarap.”

Asep tersenyum kecil. “Berarti pas saudara-saudara dari luar kota mudik, jalannya sudah mulus ya?”

“Ya itu harapannya,” jawab Ujang. “Lumayan, nggak malu-malu amat kalau ada yang nanya, ‘Jalannya gimana di kampung?’”
Mereka tertawa pelan.

Di meja sebelah, Pak Rahmat, guru SD yang tiap hari naik motor pulang-pergi desa ikut bersuara. “Saya sih paling senang kalau jalan ke sekolah diperbaiki. Anak-anak jadi nggak telat gara-gara harus pelan-pelan hindari lubang.”

“Betul,” sahut Mang Darto. “Kalau jalan bagus, bukan cuma buat mudik. Dagangan saya juga bisa lebih lancar. Supplier nggak takut kirim barang.”

Ujang menyeruput kopinya sampai tandas. “Katanya total jalan kabupaten di Kuningan itu sekitar 800 kilometer. Memang nggak bisa beres sekaligus. Tapi kalau tiap tahun dikebut begini, lama-lama rata juga.”

Asep memandang ke arah jalan, membayangkan aspal hitam baru terhampar rapi. “Yang penting konsisten. Jangan cuma semangat pas mau Lebaran. Tapi kalau memang ini jadi awal percepatan, kita patut optimistis.”

Angin pagi bertiup pelan. Beberapa motor melintas, kadang sedikit oleng menghindari bagian jalan yang retak.

Mang Darto menepuk bahu Asep. “Namanya juga proses. Yang penting sekarang sudah ada gerak. Pemerintah jalan, masyarakat dukung. Insyaallah Kuningan makin nyaman.

Pagi itu, obrolan di warung kopi tak lagi soal keluhan. Ada nada harapan di antara tegukan kopi hitam.

Tentang jalan yang akan mulus, tentang mudik yang lebih nyaman, dan tentang keyakinan bahwa pelan-pelan, perubahan memang sedang diaspal di tanah Kuningan.

Cerpen by Mang Duta

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Wajah-Wajah Memelas Menjelang Lebaran

Duamata.id - Ada satu fenomena sosial yang selalu muncul setiap menjelang Lebaran....

PSI Bidik 5 Kursi DPRD Kuningan, Sinyal Kekuatan Baru di Peta Politik Lokal

KUNINGAN – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai tancap gas menghadapi kontestasi politik...

Prabowo–Gibran Kompak Bayar Zakat di Istana! Pesan Penting Presiden soal Potensi Ekonomi Umat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan...

Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Nasional Aman

JAKARTA – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM)...