KUNINGAN — Semangat pemberdayaan perempuan terasa kuat dalam peluncuran program “Teras Kartini (Temu Rasa dan Karya Wanita Inspiratif)” yang digagas Kabupaten Kuningan, Rabu (22/4/2026), di Galeri Dekranasda Digital, Komplek Pandapa Paramarta.
Bagi Ketua Dekranasda Kabupaten Kuningan, Teras Kartini bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah nyata membangun ekosistem ekonomi perempuan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
“Teras Kartini ini kami hadirkan sebagai rumah bersama bagi para perempuan Kuningan untuk tumbuh. Di sini bukan hanya tempat memamerkan produk, tapi ruang bertemu, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Bunda Ela menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus daerah.
Melalui wadah ini, pihaknya ingin memastikan para pelaku UMKM perempuan tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta akses jejaring yang lebih luas.
Menurutnya, tema Ruang Kolaborasi Ide, Gagasan, dan Karya Wanita Kuningan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak Dekranasda ke depan.
“Kami ingin perempuan Kuningan berani bermimpi lebih besar. Dari usaha kecil, tumbuh menjadi usaha yang profesional, berdaya saing, bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi di era digital. Para pelaku UMKM, harus mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
“Sekarang zamannya digital. Produk bagus saja tidak cukup, harus dikenal. Di sinilah kami hadir untuk membantu mereka belajar, berkembang, dan naik kelas,” tambahnya.
Lebih jauh, Bunda Ela berharap Teras Kartini dapat menjadi embrio lahirnya ikon-ikon produk unggulan khas Kuningan yang memiliki identitas kuat di mata masyarakat luas.
“Kita ingin ketika orang datang ke Kuningan, mereka langsung ingat produk khasnya. Itu yang sedang kita bangun bersama,” tegasnya.
Peluncuran Teras Kartini juga menjadi momen penguatan komitmen bersama, yang ditandai dengan penandatanganan dinding aspirasi oleh para peserta.
Bagi Bunda Ela, ini bukan sekadar simbol, tetapi representasi harapan besar perempuan Kuningan untuk terus maju dan berdaya.
“Ini langkah awal. Perjalanan kita masih panjang, tapi dengan kebersamaan, saya yakin perempuan Kuningan bisa menjadi kekuatan besar dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.(Bengpri)
Leave a comment