KUNINGAN – Di tengah keterbatasan fasilitas bioskop, semangat sineas muda Kuningan justru terus menyala. Cerita-cerita lokal tetap lahir dari tangan kreatif para filmmaker daerah. Sabtu (7/3/2026), semangat itu terasa dalam kegiatan screening film bertajuk “Layar Lokal, Cerita Kita” yang digelar Forum Film Kuningan bekerja sama dengan Goethe Institut di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. yang memberikan dukungan langsung bagi tumbuhnya ekosistem perfilman daerah.
Screening film ini tidak sekadar menjadi agenda menonton bersama.
Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang bertemunya ide, mimpi, dan semangat para sineas muda Kuningan yang terus berupaya mengangkat cerita-cerita lokal ke layar lebar.
Ketua Forum Film Kuningan, Ence Bagus Hartono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wadah bagi para filmmaker untuk saling bertukar gagasan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar menonton film. Di sini ide-ide bertemu, semangat berkarya saling menguatkan. Kami ingin film-film lokal punya ruang untuk diputar dan dinikmati publik,” ujarnya.
Menurut Ence, meskipun Kuningan hingga kini belum memiliki bioskop, hal itu tidak menyurutkan langkah para sineas muda untuk terus berkarya.
“Justru keterbatasan itu menjadi pemantik kreativitas. Kami ingin membuktikan bahwa cerita lokal Kuningan layak ditonton dan punya nilai,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Rispiaga S.T., M.T., menilai munculnya komunitas film di daerah merupakan sinyal positif berkembangnya subsektor ekonomi kreatif baru.
“Industri film besar sering berawal dari festival atau screening film pendek seperti ini. Dari sana lahir ekosistem yang mempertemukan komunitas, rumah produksi, hingga industri yang lebih besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Jawa Barat tengah menyusun peta jalan ekonomi kreatif 2025–2030 yang mencakup pemetaan potensi daerah, penguatan ekosistem komunitas kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi semangat para sineas muda yang terus mengangkat kisah-kisah lokal melalui karya film.
Menurutnya, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang mampu merekam perjalanan dan nilai kehidupan masyarakat.
“Film bukan hanya gambar bergerak. Di dalamnya ada pesan, ada makna. Ketika sineas Kuningan mengangkat cerita lokal, sejatinya mereka sedang merawat ingatan kolektif masyarakat tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ungkapnya.
Bupati Dian juga melihat perkembangan perfilman daerah sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan Kuningan melalui karya visual.
Bahkan, Pemkab Kuningan tengah merencanakan pembangunan bioskop di kawasan bekas lapangan pacuan kuda sebagai bagian dari upaya mendukung ekosistem perfilman di daerah.
“Kami berharap ke depan semakin banyak film yang mengangkat cerita lokal Kuningan dan mampu menembus festival film nasional. Dengan begitu, Kuningan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai rumah bagi karya film lokal yang membanggakan,” tuturnya.
Melalui kegiatan “Layar Lokal, Cerita Kita”, semangat berkarya para sineas muda Kuningan diharapkan terus tumbuh.
Kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah daerah pun menjadi kunci agar ekosistem perfilman lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.(Bengpri).
Leave a comment