KUNINGAN – Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga besar Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat ratusan pelayat kembali memadati acara tahlil malam ketujuh untuk mengenang almarhum Drs. H. Sukardi Kartapermata Bin Kartasaid, Rabu (3/12/2025). Untaian doa terus dipanjatkan, menghadirkan nuansa kekhidmatan sekaligus rasa kehilangan mendalam atas wafatnya sosok panutan tersebut.
Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn., Sekretaris Daerah Drs. U. Kusmana, M.Si., para tokoh masyarakat, perangkat daerah, kerabat, hingga warga dari berbagai penjuru turut hadir memberikan doa terbaik bagi almarhum.
Dalam suasana penuh duka, Bupati Dian menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan kehadiran masyarakat yang tak henti memberikan dukungan sejak hari pertama almarhum berpulang.
“Dari lubuk hati terdalam, kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya. Kehadiran bapak dan ibu adalah bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus menjadi kekuatan bagi kami yang sedang berduka,” ujar Bupati Dian dengan suara bergetar.
Ia juga memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala khilafnya, dan mendapatkan kemuliaan serta tempat terbaik,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Bupati Dian turut menyampaikan apresiasi atas perhatian yang datang dari berbagai pihak. Karangan bunga dan ucapan duka berdatangan dari Gubernur Jawa Barat, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, Forkopimda, dunia usaha, perbankan, rumah sakit, perhotelan, organisasi masyarakat, media, hingga institusi pendidikan.
“Mohon maaf tidak dapat kami sebutkan satu per satu, namun doa dan perhatian ini sangat berarti bagi keluarga kami,” tuturnya.
Almarhum Drs. H. Sukardi Kartapermata Bin Kartasaid wafat pada Kamis (27/11/2025). Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai figur pendidik, pembimbing, politisi, dan panutan yang berjasa melahirkan generasi pemimpin, baik di Kabupaten Kuningan maupun tingkat nasional.
Di tengah lantunan doa malam ketujuh itu, masyarakat seolah kembali mengenang keteladanan almarhum—sosok yang namanya telah melekat kuat dalam perjalanan keluarga dan sejarah panjang Kabupaten Kuningan.
Leave a comment