BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menegaskan akan memusatkan program penanganan banjir di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya mulai tahun 2026. Fokus baru ini dilakukan setelah penyelesaian penanganan banjir di wilayah Karawang, Bekasi, dan sebagian Kabupaten Bogor dinilai mencapai progres signifikan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan penataan Bandung Raya merupakan pekerjaan besar yang tidak boleh ditunda lagi, meskipun langkah-langkahnya kerap menimbulkan resistensi masyarakat.
“Kalau kita ingin menyelesaikan banjir secara komprehensif, maka penataan harus dilakukan sekarang. Pada musim kemarau penataan akan menimbulkan reaksi dan perlawanan, tetapi ini harus ditempuh,” ujar Dedi Mulyadi, Jumat (5/12/2025).
Menurut KDM, banjir yang berulang di Kabupaten Bandung tidak lepas dari rusaknya kawasan hulu, terutama di Ciwidey dan Pangalengan. Ia telah berkoordinasi dengan Bupati Bandung menindaklanjuti temuan alih fungsi lahan yang memicu peningkatan volume dan kecepatan arus air.
Gubernur menyoroti praktik penebangan pohon di perkebunan teh hingga pengalihfungsian lahan seluas 160 hektare menjadi perkebunan sayur.
“Saya ingatkan kepada pihak yang menebang pohon teh dan pohon lainnya. Inilah dampak dari yang Saudara lakukan. Semoga pelaku pengrusakan itu segera ditahan,” tegasnya.
KDM juga memperingatkan bahwa menjamurnya kawasan wisata di daerah resapan air memperburuk kondisi banjir. Banyak permukiman warga juga masih berdiri di sepadan sungai, membuat banjir semakin parah ketika debit air naik.
Pemda Jabar merumuskan tiga langkah utama pemulihan kawasan Bandung Raya:
1. Mengembalikan Tata Ruang ke Fungsi Alam
KDM menegaskan ruang hijau harus diperbanyak dan tata ruang harus kembali mengikuti fungsi ekologisnya.
“Memang ada yang marah karena selama ini menikmati fasilitas alam secara tidak tepat, tetapi tata ruang harus dikembalikan,” katanya.
2. Menghentikan Alih Fungsi Lahan
Seluruh praktik perubahan perkebunan teh atau hutan menjadi perkebunan sayur seperti kentang akan dihentikan. Pelaku diminta mengembalikan fungsi lahan sebagaimana mestinya.
“Agar tidak menimbulkan sedimentasi ke Sungai Citarum,” ujar KDM.
3. Pembangunan Bendungan di Kertasari
Pemdaprov Jabar menyiapkan pembangunan bendungan baru di kawasan Kertasari sebagai bagian dari solusi pengendalian banjir jangka panjang.
KDM menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, dan Pemdaprov Jabar dalam memulihkan tata ruang, termasuk menghidupkan kembali danau-danau kecil yang telah berubah menjadi permukiman atau kawasan bisnis.
Pemda Jabar memastikan program mitigasi banjir Bandung Raya akan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.
Leave a comment