JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan publik. Kali ini, dapur penyedia makanan di wilayah Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa dihentikan sementara setelah muncul temuan menu lele yang masih mentah dalam paket makanan untuk siswa.
Keputusan penghentian operasional diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menerima laporan dari sekolah yang menolak makanan tersebut. Menu lele mentah itu bahkan sempat viral di media sosial setelah videonya beredar luas.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menjelaskan bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu, Buddagan, dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, masalah ini dinilai telah menghambat distribusi program MBG sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem pengolahan dan penyajian makanan.
Sebelumnya, pihak dapur menjelaskan bahwa lele tersebut sebenarnya lele marinasi, bukan untuk dimakan mentah.
Ahli gizi SPPG, Fikri Kuttawakil, mengatakan teknik marinasi dipilih untuk menjaga kandungan gizi sekaligus ketahanan pangan.
Namun, karena menu tersebut menimbulkan penolakan dari sekolah, BGN akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur hingga proses pembinaan dan evaluasi selesai.
Dapur MBG di wilayah tersebut diketahui melayani sekitar 3.329 penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA/SMK, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
BGN menegaskan bahwa operasional dapur baru akan dibuka kembali setelah seluruh proses evaluasi dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang.
Leave a comment