KUNINGAN – Refleksi satu tahun kepemimpinan di Pendopo menjadi momen penuh makna bagi Bupati Dian Rachmat Yanuar. Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Kuningan, ia menyampaikan pesan yang lebih bernuansa evaluatif daripada seremoni, permohonan maaf dan komitmen untuk bekerja lebih keras.
Dalam pernyataannya, Bupati Dian menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah daerah bukanlah penguasa.
“Kami bukan penguasa. Kami adalah pelayan masyarakat yang kebetulan diberikan kompas oleh rakyat untuk membawa Kuningan melesat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa arah pembangunan tidak semata soal capaian angka dan penghargaan, melainkan tentang tanggung jawab moral terhadap kepercayaan publik.
Secara terbuka, Bupati Dian mengakui masih adanya pekerjaan rumah yang belum tuntas. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak mengklaim kemiskinan telah sepenuhnya hilang.
“Masih ada saudara-saudara kita yang perlu perhatian. Masih ada pelayanan yang belum ramah. Masih ada prosedur yang dirasakan berbelit. Untuk itu, kami meminta maaf,” ungkapnya.
Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk kesadaran bahwa pelayanan publik adalah wajah utama pemerintah di mata masyarakat.
Bupati Dian juga mengakui masih ada janji politik dan program yang belum sepenuhnya terealisasi dalam satu tahun pertama kepemimpinannya.
Ia menyebut tahun pertama sebagai fondasi, bukan garis akhir.
“Kita masih banyak kekurangan. Kita harus bekerja lebih keras lagi. Masih banyak janji yang belum terpenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, refleksi satu tahun bukanlah ajang berpuas diri, melainkan momentum memperbaiki ritme kerja dan memperkuat komitmen pelayanan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyampaikan keterbukaan terhadap kritik dan saran.
“Kami menerima saran yang konstruktif dan kritik yang beradab. Kritik bukan ancaman, tetapi pengingat agar kami tetap berada di jalur yang benar,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat kebersamaan, karena pembangunan daerah tidak bisa dijalankan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi kolektif.
Refleksi satu tahun itu pun ditutup dengan pesan sederhana namun kuat: jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian tidak pernah berhenti.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, katanya, akan terus berbenah agar kepercayaan masyarakat dapat dijaga dengan kerja nyata. (Bengpri).
Leave a comment