KUNINGAN – Suasana Ramadhan di SDN 2 Bayuning terasa berbeda pada Kamis, 12 Maret 2026. Di hari keempat kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan, para siswa tidak hanya belajar mengaji dan beribadah, tetapi juga belajar berbagi kepada sesama.
Dari infak yang dikumpulkan setiap hari, lahir aksi sosial yang membuat banyak warga sekitar tersenyum.
Sejak pagi, kegiatan dimulai dengan shalat duha bersama di lapangan sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru.
Setelah itu, para siswa melanjutkan kegiatan tadarus Al-Qur’an, mengisi waktu Ramadhan dengan memperbanyak membaca dan memahami kitab suci.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian zakat fitrah kepada para mustahik yang berada di lingkungan sekitar sekolah.
Penyaluran zakat ini menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa agar memahami pentingnya berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Namun yang paling menarik perhatian adalah kegiatan Rantang Berkah, yang menjadi puncak dari pembiasaan infak siswa selama bulan Ramadhan.
Uang yang terkumpul dari infak para siswa kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial.
Dana tersebut digunakan untuk menyediakan paket sembako bagi anak yatim piatu di SDN 2 Bayuning, serta membeli paket takjil yang akan dibagikan kepada warga sekitar sekolah.
Tak hanya dari dana infak, paket takjil juga berasal dari swadaya siswa yang secara sukarela membawa makanan untuk dibagikan.
Semua paket kemudian dikumpulkan oleh pihak sekolah untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang melintas di depan sekolah.
Momen yang paling ditunggu terjadi pada pukul 15.30 WIB, saat siswa kelas 4 hingga kelas 6 turun langsung ke depan sekolah untuk membagikan takjil kepada warga.
Didampingi para guru dan kepala sekolah, para siswa dengan penuh semangat menyapa dan memberikan takjil kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan takjil dan buka puasa bersama di sekolah antara siswa dan para guru. Acara buka bersama diawali dengan kultum (kuliah tujuh menit), dilanjutkan doa bersama, dan diakhiri dengan shalat Magrib berjamaah.
Kepala SDN 2 Bayuning, Titin Suhartini, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membiasakan anak-anak untuk beribadah sekaligus berbagi. Dari infak kecil yang mereka kumpulkan, ternyata bisa memberi manfaat besar bagi orang lain,” ujarnya.
Kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian bisa tumbuh sejak bangku sekolah dasar, bahkan dari infak receh yang dikumpulkan setiap hari. (Bengpri).
Leave a comment