KUNINGAN – Dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan tengah memasuki babak baru. Di bawah komando Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Pd, berbagai langkah percepatan dilakukan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kualitas.
Dalam dialog interaktif di TVRI Jawa Barat, Jumat (12/6/2026), Carlan memaparkan tiga program prioritas yang menjadi fondasi transformasi pendidikan Kuningan tahun 2026.
Mulai dari digitalisasi aset sekolah, percepatan pengangkatan kepala sekolah definitif, hingga pengembangan sekolah unggulan yang diproyeksikan menjadi model pendidikan masa depan.
Menurut Carlan, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada proses belajar mengajar di kelas. Tata kelola yang baik dan kepemimpinan yang kuat menjadi faktor penting untuk menciptakan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuningan untuk mempercepat transformasi pendidikan melalui tata kelola yang lebih modern, transparan, dan berbasis data,” ujarnya
Salah satu gebrakan yang dilakukan Disdikbud adalah penerapan digitalisasi aset pendidikan melalui aplikasi ATISISBADA. Program ini memungkinkan seluruh aset sekolah tercatat secara lebih akurat dan mudah dipantau.
Hingga saat ini, proses verifikasi dan validasi telah menjangkau 638 Sekolah Dasar (SD) dan 78 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kuningan.
Langkah tersebut dinilai penting karena selama ini data aset menjadi salah satu dasar utama dalam perencanaan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.
“Melalui digitalisasi aset menggunakan ATISISBADA, kita ingin memastikan seluruh data aset satuan pendidikan tertata dengan baik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Carlan.
Tak hanya membenahi sistem, Disdikbud juga fokus memperkuat kepemimpinan sekolah. Carlan menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan motor penggerak peningkatan mutu pendidikan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan mempercepat pengangkatan kepala sekolah definitif agar setiap satuan pendidikan memiliki kepemimpinan yang jelas dan kuat.
Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat 387 kepala sekolah telah dilantik, sementara pelantikan Gelombang IV dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.
“Kepala sekolah adalah kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, akselerasi pengangkatan kepala sekolah definitif menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan di setiap satuan pendidikan,” tegasnya.
Program strategis lainnya adalah pengembangan sekolah unggulan. Menariknya, konsep sekolah unggulan yang dibangun Disdikbud Kuningan tidak semata mengejar prestasi akademik.
Sekolah unggulan diarahkan menjadi pusat pembentukan karakter, inovasi pembelajaran, budaya mutu, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Saat ini telah ditetapkan enam sekolah rintisan unggulan di Kabupaten Kuningan. Salah satu yang mendapat perhatian adalah TK Negeri Pembina Ciloa yang sukses mengembangkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dan menorehkan berbagai prestasi.
“Pengembangan sekolah unggulan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, budaya mutu, inovasi pembelajaran, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Carlan.
Tiga program besar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan dukungan digitalisasi, kepemimpinan sekolah yang semakin kuat, serta lahirnya sekolah-sekolah unggulan berbasis karakter, Disdikbud optimistis mampu mencetak generasi Kuningan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan daya saing tinggi di masa depan.
Transformasi pendidikan Kuningan kini tidak lagi sekadar wacana, tetapi mulai bergerak nyata dari ruang kelas hingga tata kelola pemerintahan pendidikan. (Bengpri).


Leave a comment