Home Nasional Pengabdian Tanpa Batas: Pelda Yudi Gunardi Gugur Saat Menolong Warga Terdampak Longsor

Pengabdian Tanpa Batas: Pelda Yudi Gunardi Gugur Saat Menolong Warga Terdampak Longsor

Share
Share

PADANG PANJANG – Duka mendalam menyelimuti jajaran TNI setelah Pelda Yudi Gunardi, anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang, ditemukan meninggal dunia usai dinyatakan hilang saat menjalankan tugas kemanusiaan membantu evakuasi korban banjir dan longsor di wilayah Jembatan Kembar, Padang Panjang, Sumatera Barat.

Dikutip dari halaman resmi Facebook Pusat Penerangan TNI, Pelda Yudi sebelumnya hilang kontak ketika tengah melakukan evakuasi longsor.

Di tengah proses penyelamatan tersebut, terjadi longsor susulan yang menimbun almarhum dengan material tebing dan menyeretnya bersama arus lumpur. Situasi medan yang ekstrem membuat upaya pencarian berlangsung penuh tantangan.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Basarnas, BPBD, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian tanpa henti selama beberapa hari.

Proses pencarian meliputi penyisiran manual, penggunaan alat berat, serta evaluasi berkala pada titik-titik rawan bencana.

Pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, tim menerima informasi penemuan jasad di daerah Mega Mendung, Jorong Air Mancur, Nagari Singgalang, Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Setelah dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Kota Padang Panjang, dipastikan jenazah tersebut adalah Pelda Yudi Gunardi.

Jenazah kemudian dimandikan, dikafani, dan dibawa ke RST dr. Reksodiwiryo untuk disemayamkan sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Dusun Sawo III, Desa Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., melalui Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq, M.M.Sos., menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya seorang prajurit terbaik dalam menjalankan tugas negara.

“Prajurit sejati telah menunjukkan dedikasinya. Semangat, keberanian, dan pengabdian beliau akan selalu menjadi kebanggaan dan inspirasi bagi seluruh prajurit,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa tugas kemanusiaan tak hanya menuntut ketangguhan dan keberanian, tetapi juga mengandung risiko besar yang selalu mengintai.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Akhirnya! Jalan Rusak Wano–Cengal–Cikeleng Segera Diperbaiki, Harapan Warga Terjawab

KUNINGAN — Penantian panjang warga akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun...

Semarak 3G, Strategi Kuningan Tingkatkan Asupan Gizi Masyarakat

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai “gaspol” menekan angka stunting. Lewat gerakan...

Bupati Kuningan Hadiri Tradisi Hajat Bumi di Desa Cikeleng

KUNINGAN — Suasana khidmat bercampur haru terasa di Pemakaman Manangga (Astana Desa...

Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Mengintai, Warga Kuningan Diminta Jangan Tergiur Jalan Pintas

KUNINGAN — Masyarakat Kuningan, khususnya calon jemaah haji, diminta ekstra hati-hati. Pemerintah...